Rute Perjalanan

Sekurangnya ada lima jalur penerbangan yang sangat rutin ke Pekanbaru (Propinsi Riau – Indonesia) yaitu melalui Jakarta, Batam, Singapura, Medan dan Kuala Lumpur. Jalur penerbangan di lima lokasi ini dilakukan setiap hari terutama jalur Jakarta yang terpadat. Dari Pekanbaru, pengunjung dapat singgah dulu di Kuala Napu melalui Pangkalan Kerinci (Ibu kota kabupaten Pelalawan) dengan waktu tempuh 3 jam perjalanan darat dan 20 menit menggunakan pompong (boat tradisional). Kemudian makan ikan – ikan lokal di restoran tradisional dan menuju taman nasional menuju Ukui (Desa Lubuk Kembang Bunga) yaitu 1,5-2 jam perjalanan lagi. Apabila langsung ke Taman Nasional Tesso Nilo dari Pekanbaru juga dapat dilakukan, waktu perjalanannya adalah 4,5 jam menuju Ukui (Desa Lubuk Kembang Bunga) melalui Pangkalan Kerinci atau 2 jam dari Kota Rengat (Ibukota Kabupaten Indragiri Hulu).

Di Taman Nasional Tesso Nilo, praktis menginap di lokasi yang direkomendasikan; Homestay Flying Squad Lubuk Kembang Bunga.

Partner

  1. Balai Taman Nasional Tesso Nilo (BTNTN) merupakan institusi pemerintah sebagai pengelola utama Taman Nasional Tesso Nilo. Pendirian kantor Balai taman nasional tesso Nilo adalah tahun 2004. Saat ini BTNTN terdiri atas lebih dari 50 staff taman nasional termasuk jagawana. 
  2. Dinas Pariwisata Propinsi Riau dan Kabupaten Pelalawan merupakan institusi pemerintah yang fokus pada mendorong dan memfasilitasi berbagai kegiatan pariwisata di Riau. Koordinasi, pembangunan infrastruktur dan perencanaan yang terintegrasi pariwisata Riau termasuk Tesso Nilo adalah menjadi bagian dari pekerjaan instansi ini.
  3. Yayasan Tesso Nilo merupakan institusi non pemerintah yang bekerja untuk Taman nasional Tesso Nilo dan salah satu programnya mendorong ekowisata pula didanai oleh TFCA. 
  4. WWF Indonesia Riau Program merupakan lembaga non pemerintah yang bekerja untuk Taman Nasional Tesso Nilo dan salah satu programnya mendorong ekowisata yang didanai oleh berbagai sumber; WWF Japan, WWF French (REDD) dan TFCA.  
  5. Ecotourism networking yang diinisiasi oleh WWF Indonesia termasuk Himpunan pariwisata Indonesia, Ravelino Tour and Travel, WWF Deutch, WWF Sweden & WWF Japan.

Proyek dan Milestone

Goal: to realize the importance of Tesso Nilo National Park as a place of interest for ecotourism in Riau by 2015

 

Objectives

  • Optimizing conservation areas through development and utilization of ecotourism zones.
  • Reducing and stopping forest encroachment, hunting, and other forest destructions that affect the development of ecotourism program.
  • Development of task force that supports ecotourism program by, at the same time, taking part in protecting the forests that are used as destination for ecotourism.
  • Development of ecotourism network covering networks for capacity building, Non Timber Forest Product (NTFP), marketing and promotion and tour operators.
  • Encouraging the occurrence of networks between Tesso Nilo NP and other sites like Bintan island and  Harau/ Bukit Tinggi.
  • Encouraging professionalism of Tesso Nilo NP and NGOs in managing and assisting the ecotourism program.
  • Encouraging the occurrence of new ecotourism agents, like pompong group, forest honey group, and local guide groups.
  • Encouraging regulation and implementation of positive policies for developing ecotourism program by the Local Government of Riau.

 

Activities

Optimizing conservation areas through development and utilization of ecotourism zone by:

  • Developing ecotourism trails
  • Developing infrastructure and facilities in ecotourism zones: shelter, bridge, outbound facilities and signpoints.
  • Research and monitoring in ecotourism zone
  • Management and promotion of ecotourism routes
  • Monitoring and evaluating the areas from possible threats
  • Conducting routine patrols/ guarding in Tesso Nilo NP, in particularly core areas where the ecotourism progam is held. Such activities can be done with collaboration with the local people.
  • Strict law enforcement for those who break the existing regulations.
  • Encouraging TPU/EPU to help monitor the areas where the ecotourism program is held.
  • Providing signboards for warning in several important locations along the ecotourism trails
  • Training on ecotourism and its management for local human resources
  • Training local guides and interpreters for ecotourism related programs like environmental education.
  • Developing and strengthening ecotourism networks among local and international parties.
  • Strengthening efforts to collaborate with networks of local and international parties
  • Developing and coordinating areas like Harau, Bukit Tigapuluh, Bintan island and Rokan Hulu that support the implementation of the ecotourism program in Tesso Nilo NP.
  • Creating promotional packages that are also combined with the potentials of those areas.
  • Conducting analysis of network of locations based on results of promotion information from the locations.
  • Training human resources of Tesso Nilo NP, WWF Indonesia, Tesso Nilo Foundation and other stakeholders related to the development of ecotourism.
  • Developing Monitoring and Evaluation (MONEV) to monitor and control the performance of stakeholders in building this ecotourism program
  • Developing other groups that support the ecotourism program like homestay group, handicraft group, local guides and outbound interpreters
  • Managing and facilitating those groups by tour operators, Tesso Nilo NP and NGOs
  • Encouraging ecotourism regulation at the level of province and regency. Such regulation covers protection of ecotourism areas, standardized costs for entry ticket and ecotourism management.
  • Encouraging regulation at the level of village; ecotourism village or locally called Ecotourism Perdes.

 

Annual/Assessment Report

1. Laporan kajian ekowisata Tesso Nilo dalam bahasa Indonesia

2. Laporan kajian ekowisata Tesso Nilo dalam bahasa Inggris

Spesifik

Patroli Gajah

Tesso Nilo dikenal sebagai kawasan konservasi Gajah Sumatera. Lebih kurang 150 – 200 ekor gajah terdapat di taman nasional tersebut dalam 2 kelompok besar. Salah satu yang menjadi kendala dari gajah ini adalah konflik dengan manusia. Salah satu upaya penyelesaian konflik adalah mengembangkan Elephant Flying Squad (tim mitigasi dengan 4 ekor gajah untuk sebagai sarana mitigasi konflik dengan manusia) atau disebut Pasukan Gajah Reaksi Cepat. Elephant Flying Squad mengembangkan teknik patroli, pengusiran dan penggiringan gajah liar melalui gajah flying squad. Salah satu kegiatan penting dari Flying Squad ini juga digunakan sarana ekowisata yaitu dalam PATROLI GAJAH dan SIMULASI MITIGASI KONFLIK DENGAN GAJAH. Wisatawan dibawa ke trek-trek patroli gajah dan trek dibuat sangat alami dan khas hutan hujan tropis Sumatera.

 

Pengamatan Tumbuhan dan Satwa

Pemantauan kehidupan liar (tumbuhan dan satwa) menjadi hal penting dan menarik di Tesso Nilo. Beberapa trek ekowisata difokuskan dalam pemantauan hidupan liar ini termasuk menggunakan pompong (boat kecil) melewati sungai. Pengamatan burung (Birding) dapat dilakukan di trek Lubuk Balai, Trek Sawan dan Kuala Napu. Primata seperti siamang, wau wau dan kera ekor panjang banyak dijumpai di sungai Nilo dan Lubuk Balai. Di lokasi trek, kita dapat menjumpai jejak-jejak beruang, gajah, tapir dan harimau sumatera. Satu kegiatan ekowisata Tesso Nilo yang sanhgat menarik dan menantang adalah orbservasi Harimau dengan menggunakan jebakan kamera atau Camera Trap. Tujuannya adalah mendapatkan gambar Harimau Sumatera dan satwa lainnya yang tertangkap kamera setelah kamera terpasang.

 

Bersepeda

Ada satu trek untuk bersepeda di Tesso Nilo yaitu di hutan akasia dan kawasan pemukiman Lubuk Kembang Bunga. Trek ini sangat menarik dan menantang terutama bagi para petualang sepeda. Di dalam lokasi trek sepeda, selain hutan akasia dan pemukiman masyarakat lokal yang menjadi bagian obyek pemandangan, kita juga dapat melihat kebun karet dan jelutung masyarakat. Trek khusus bisa dilakukan di dalam hutan alam, dengan tantangan tersendiri terutama misalnya trek yang dilalui adalah hutan rawa.

 

Tradisi dan Pengetahuan Lokal Masyarakat

Madu hutan Tesso Nilo adalah icon kunjungan ekowisata berbasiskan sumber daya alam dan tradisi lokal masyarakat Tesso Nilo. Madu hutan Tesso Nilo terdapat di atas ketinggian pohon Sialang. Pohon Sialang terdiri dari berbagai jenis pohon termasuk keruing, rengas dan kedondong hutan. Dalam satu pohon sialang, sarang lebah hutan Apis dorsata dapat dihitung antara 10 – 50 sarang dengan rata-rata berat satu sarang 15 kg. Ada sekurangnya 3-4 trek lokasi utuk melihat pohon sialang sekaligus melihat cara pemanenan yang dipersiapkan untuk ekowisata. Waktu pemanenan dapat dipilih yaitu siang hari atau malam hari. Pemanenan sialang adalah salah satu tujuan yang sangat menarik, karena wisatawan dapat melihat tarian atau puji-pujian dan cara memanjat tradisional masyarakat madu hutan sekaligus menyaksikan produk madu hutan alami. Selain itu, lokasi yang menarik pula adalah menginap di Kuala Napu untuk melihat tradisi masyarakat sungai melayu yang masih dipertahankan dan tradisi dalam menangkap ikan.

 

Pompong Tour

Aktivitas menggunakan pompong atau perahu kecil dengan mesin tempel menyusuri sungai Nilo. Kegiatan ini menarik karena pengunjung dapat menikmati perahu kecil masyarakat dan melihat kiri-kanan sungai yang banyak menyimpan keanekaragaman hayati yang tinggi; burung, primata atau mamalia dan jika beruntung akan melihat berbagai jenis reptil yaitu biawak sungai sampai buaya air tawar atau senyulong. Penelusuran dengan pompong, kita juga dapat melihat berbagai jenis pohon sialang (pohon madu hutan) dan berkunjung ke pohon tersebut, kemudian menyusuri kembali menuju lokasi tujuan. Perjalanan dengan pompong dapat ditempuh satu jam, untuk adventurir bisa sampai ke wilayah Sawan dengan 2 – 4 jam perjalanan.

Page 2 of 7

Hubungi kami

Maps

Bantuan

Help

WWF Indonesia Program Riau
Jalan Cemara Kipas No. 33
Kel. Delima, Kec. Tampan, Pekanbaru - Riau
Telp: +62 761 855006, Fax: +62 761 32323
Email: reservasi@tessoniloecotour.com


Balai Taman Nasional Tesso Nilo | Jl. Raya Langgam KM 4 | Pangkalan Kerinci, Pelalawan -  Riau
Telp/Fak: +62 761 494728 | Copyright 2012-2018, www.tessoniloecotour.com -  All Right Reserved