Highlight

Tesso Nilo merupakan kawasan bentang alam yang dialiri Sungai Tesso dan Nilo yang terdiri dari mozaik ekosistem hutan hujan tropis terutama di Taman Nasional Tesso Nilo, hutan monokultur akasia dan perkebunan kelapa sawit, wilayah pemukiman masyarakat lokal dan transmigrasi yang menyatu menjadi satu kesatuan bentang alam.  Dari sisi biodiversitas, ribuan spesies tumbuhan termasuk tumbuhan tinggi yang sangat khas dan endemik Sumatera; seminai, rengas, kulim, pulai, durian dan kruing. Tumbuhan rendah; anggrek, rotan, liana, paku-pakuan dan jenis rumput-rumputan khas. Berbagai jenis hewan yang khas dan endemik; gajah sumatera Elephas maximus sumatranus, harimau sumatera Panthera tigris sumatrae, tapir Tapirus indicus, primata (siamang, wau-wau dan kera ekor panjang (long tailed macacue)) dan berbagai jenis burung menarik dan rentan kepunahan; burung pemakan lebah (Bee-eater), sikep madu yang suka memakan madu sialang, wilwo dan elang terkecil di dunia yaitu Microxhierax fringilarius. Sejak tahun 1986, Tesso Nilo terutama wilayah taman nasionalnya menjadi kawasan konservasi Gajah Sumatera dan status ini dikukuhkan tahun 2007 dalam pengembangan Pusat Konservasi Gajah di taman nasional tersebut.

Tujuan Ekowisata
Tesso Nilo adalah salah satu tujuan destinasi ecotourism di Indonesia. Salah satu yang mengembangkan kegiatan ini adalah WWF Indonesia dan Balai Taman Nasional Tesso Nilo.  WWF Indonesia dan Balai TNTN sejak tahun 2009, mengembangkan sekurangnya 9 trek ekowisata di Tesso Nilo terutama di dalam kawasan taman nasional. Sembilan trek tersebut merupakan kawasan yang paling menarik dan potensi untuk melihat berbagai macam wildlife, untuk patroli gajah dan local wisdom.

Sekilas

Tesso Nilo adalah salah satu blok hutan dataran rendah yang masih tersisa di Pulau Sumatera. Kawasan ini terletak di Provinsi Riau dan terbentang di empat kabupaten yaitu Pelalawan, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, dan Kampar. Seluas 38. 576 Ha hutan Tesso Nilo yang terletak di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu ditunjuk menjadi Taman Nasional Tesso Nilo pada 19 Juli 2004. Pada 19 Oktober 2009, taman nasional tersebut diperluas menjadi + 83.068 Ha.

Blok hutan ini merupakan habitat gajah dan harimau Sumatera. Dua dari sembilan kantong yang tersisa di Riau yang masih tersisia di Riau berada di Tesso Nilo yaitu pada Taman Nasional Tesso Nilo dan kawasan sekitarnya.

Dalam kurun waktu 25 tahun terakhir, Riau telah kehilangan lebih dari 4 juta ha hutan atau 65 % tutupan hutannya telah hilang. Keadaan ini menjadi salah satu penyebab terjadinya konflik manusia-gajah dan menyebabkan populasi gajah Sumatera semakin menurun.

Tesso Nilo merupakan salah satu zamrud katulistiwa yang penuh pesona dengan keindahan dan keunikan hutan hujan tropis dataran rendah khas Pulau Sumatera, sebagai bagian jantung hutan tropis paparan sunda. Kawasan ini telah dinyatakan memiliki kekayaan tumbuhan vaskular tertinggi di dunia menurut Gillison 2004, mengalahkan kawasan hutan-hutan lainnya termasuk hutan amazon.

Nama Tesso Nilo berasal dari kata “Tesso” dan “Nilo” yang notabene adalah nama dua buah sungai yang membelah di wilayah itu dan sejak jaman dahulu sampai sekarang masih menjadi sarana transportasi vital.  Bagi masyarakat lokal, Tesso Nilo merupakan kawasan perlindungan dan pengelolaan hutan dalam kacamata tradisi melayu. Tesso Nilo juga dipandang sebagai kepanjangan tangan dari  tradisi melayu yang memandang alam dan masyarakat adalah bagian dalam kehidupannya. Beberapa tradisi masyarakat sungai melayu, tradisi mengambil ikan dan madu, merupakan tradisi unik yang tak lepas dari keberadaan hutan Tesso Nilo.

Penyewaan Sepeda Motor

Penyewaan Sepeda Motor

Penyewaan Mobil

Penyewaan Mobil

Durasi Waktu dan Jadwal

Elephant Edutour

    2 Hari (1 malam)
    Maksimal 6 orang
    Usia minimal 17 tahun (untuk 17 tahun ke atas)
    Menggunakan pakaian lapangan, topi dan sepatu lapangan.
    Schedule:

    Hari I: menyiapkan makanan gajah, memberi makanan gajah (mineral) dan memandikan gajah.
    Hari II: Patroli gajah dan simulasi mitigasi konflik

 

Tiger Edutour

    2 hari (1 malam)
    Maksimal 6 orang
    Usia minimal 15 tahun (untuk 15 tahun ke atas)
    Menggunakan pakaian lapangan, topi dan sepatu lapangan.
    Schedule:

    Hari I: survey jejak dan kotoran Harimau Sumatera dan mangsanya. Pemasangan kamera dapat dilakukan sore hari.
    Hari II: simulasi pemasangan kamera dan pengambilan kamera jebakan.

 

Sialang Edutour

    2 hari (1 malam)
    Maksimal 8 orang
    Usia minimal 17 tahun (untuk 17 tahun ke atas)
    Menggunakan pakaian lapangan, sepatu lapangan dan body protector.
    Schedule:

    Hari I: Susur sungai dan melihat pohon sialang. Malam hari adalah pemanenan madu hutan di pohon sialang.
    Hari II: melihat pemrosesan di kantor Asosiasi Madu Hutan.

 

Pengamatan satwa liar – Pengamatan burung

    Minimal 2 hari
    Maksimal 4 orang
    Usia minimal 17 tahun (untuk 17 tahun ke atas)
    Menggunakan pakaian lapangan, topi dan sepatu lapangan. Alat minimal: binokular dan spotting scope.

 

Pengamatan satwa liar – Pengamatan mamalia

    Minimal 2 hari
    Maksimal 4 orang
    Usia minimal 17 tahun (untuk 17 tahun ke atas)
    Menggunakan pakaian lapangan, topi dan sepatu lapangan. Alat minimal: binokular dan spotting scope.

 

Pemantauan Harimau Sumatera

    Minimal 3 hari
    Maksimal 6 orang
    Usia minimal 17 tahun (untuk 17 tahun ke atas)
    Menggunakan pakaian lapangan, topi dan sepatu lapangan. Alat minimal: binokular dan spotting scope.
    Schedule:

    Hari I: survey lokasi untuk pemasangan kamera jebak.
    Hari II: Pemasangan kamera jebak di beberapa titik lokasi
    Hari III: Pengambilan kamera jebak dan melihat hasil pemasangan.

 

Hidup bersama dengan masyarakat dusun terapung, Kuala Napu

    Minimal 2 hari
    Maksimal 8 orang
    Usia minimal 17 tahun (untuk 17 tahun ke atas)

 

Paket Wisata Keluarga

    1 hari atau 1 kali kegiatan
    Maksimal 8 orang
    Usia minimal 5 tahun (untuk 5 tahun ke atas)

 

Paket campuran

    Minimal 2 hari
    Maksimal 8 orang
    Usia minimal 5 tahun untuk paket wisata keluarga campuran. Untuk paket edutour campuran adalah di atas 17 tahun.
    Schedule:

    Paket wisata keluarga campuran:

    Hari I : elephant care (memberi makan gajah-memandikan gajah
    Hari II: naik pompong menyusuri sungai, sialang ecotour & safari gajah.

    Paket Eco-edutour campuran

    Hari I : elephant care (memberi makan gajah-memandikan gajah) & sialang edutour
    Hari II: naik pompong mengusuri sungai & patroli gajah

 

 Atraksi atau kegiatan tambahan:

    Tari – tarian tradisional adat melayu, pencak silat melayu& Barbeque

Page 3 of 7

Hubungi kami

Maps

Bantuan

Help

WWF Indonesia Program Riau
Jalan Cemara Kipas No. 33
Kel. Delima, Kec. Tampan, Pekanbaru - Riau
Telp: +62 761 855006, Fax: +62 761 32323
Email: reservasi@tessoniloecotour.com


Balai Taman Nasional Tesso Nilo | Jl. Raya Langgam KM 4 | Pangkalan Kerinci, Pelalawan -  Riau
Telp/Fak: +62 761 494728 | Copyright 2012-2018, www.tessoniloecotour.com -  All Right Reserved