Ekowisata Bukit Tigapuluh

Bukit Tigapuluh merupakan hutan lindung yang telah diubah fungsi dan ditunjuk menjadi taman nasional pada tahun 1995 dengan SK. Menteri Kehutanan No. 539/Kpts-II/1995. Kawasan taman nasional tersebut sebelumnya merupakan dua buah kawasan hutan lindung yaitu Hutan Lindung Haposipin di Provinsi Riau dan Hutan Lindung Singkati Batang Hari di Provinsi Jambi. Luas keseluruhan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) adalah 144.223 ha.

Dengan ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah (lowland tropical rain forest), kawasan tersebut merupakan peralihan antara hutan rawa dan hutan pegunungan. Kawasan ini mempunyai ekosistem yang unik dan berbeda dibandingkan dengan kawasan taman nasional lainnya yang ada di Indonesia.

Info Lebih Lanjut...

Bono Teluk Meranti

Bono adalah ombak besar yang dihasilkan dari pertemuan air sungai dari hulu dan bertemu dengan air laut di muara, karena perbedaan tekanan atau pasang surut air laut dan aliran air sungai dari hulu mengakibatkan pembentukan ombak besar diwilayah muara sungai menuju ke arah hulu. Bagi masyarakat lokal, mitos bono adalah sebagai karunia Tuhan dan maysarakat saat ini tidak boleh untuk berdekatan dengan  bono apalagi melintasinya. Saat ini, bono dijadikan tempat surfing bagi masyarakat Indonesia dan manca negara karena kualitas ombaknya. Pariwisata Bono adalah pariwisata khusus yang menarik di Riau dan berlokasi di Sungai Kampar, Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan.

Fenomena alam satu ini sangat menarik, terletak di kabupaten Pelalawan sebuah kabupaten di Provinsi Riau tepatnya di daerah Teluk Meranti. Asal kata bono yang berarti benar digunakan untuk merujuk gelombang yang ada di sungai kampar. Gelombang-gelombang yang terjadi di hilir sungai kampar yang terjadi seperti ombak di lautan pada umumnya. Gelombang-gelombang ini terjadi secara alami dari daerah laut menuju ke dalam arah sungai dan terjadi secara terus menerus hanya saja besar kecil gelombangnya saja yang berbeda.

Berbagai mitos dan cerita yang disebutkan tentang bono, ada yang diceritakan bono berasal dari 7 mahluk halus yang digunakan untuk menjaga aliran sungai kampar dari bajak laut, dan cerita-cerita masyarakat lainnya tentang bono tersebut. Dari cerita-cerita tersebut keberadaan bono cukup disakralkan masyarakat di tambah cerita tentang keberadaan keraan mahluk halus yang berada disekitar bono tersebut. Mahluk halus oleh masyarakat disebut dengan orang bunian, bagi sebagian masyarakat meyakini bahwa mahluk halus ini mempunyai kerajaan gaib yang berada disekitar aliran sungai kampar.

Bono pada awalnya dianggap sebagai ombak yang menakutkan, tetapi pada saat ini gelombang bono telah dimanfaatkan sebagai ajang permainan selancar. Bono biasanya terjadi pada setiap tanggal 10-20 bulan Melayu dalam tahun Arab yang biasa disebut penduduk sebagai Bulan Besar atau Bulan Purnama. Biasanya gelombang Bono atau Ombak Bono yang besar terjadi pada tanggal 13-16 bulan Melayu tahun Arab tersebut. Sudah banyak para peselancar atau surfers yang mencoba mengarungi gelombang dari bono tesebut dan kelihatannya mereka sangat menikmati permainan air dari gelombang tersebut.

Gelombang air yang unik memberikan daya tarik tersendiri, biasanya para peselancar melakukannya di laut tetapi selancar bono dilakukan di sungai. Mungkin fenomena alam ini tidak beberapa ada di dunia dan salah satunya ada di sini tepatnya di Hilir Sungai Kampar di Daerah Teluk Meranti. Mungkin anda seorang peselancar atau anda orang yang suka menikmati eksotika dan fenomena alam kalau anda tertarik silahkan datang lansung menikmati fenomena alam yang luar biasa ini.

Untuk info bono dan reservasi dapat diunduh ke: http://www.bonosurf.com/en/bono-surf-trip-bookings.html

Apa yang boleh dan tidak boleh

1. Yang boleh dilakukan:

  • Mengikuti peraturan di dalam kawasan atau sesuai petunjuk berdasarkan arahan pemandu wisata (guide)
  • Diperbolehkan mempergunakan segala fasilitas di dalam taman nasional sesuai petunjuk yang berlaku atau atas arahan pemandu wisata
  • Buanglah sampah pada tempatnya, bawa kembali sampah bawaan anda dan tempatkan pada tempatnya.
  • Mintalah surat izin masuk kawasan taman nasional dari Balai Taman Nasional Tesso Nilo

2. Yang tidak boleh dilakukan:

  • Jangan membuang sampah di hutan atau lokasi trek wisata lainnya.
  • Jangan mendekati gajah Flying Squad tanpa ditemani pawangnya
  • Jangan mengambil dan membawa keluar tumbuhan dan satwa dari taman nasional
  • Tidak diperkenankan memberikan makanan kepada satwa liar di dalam kawasan
  • Tidak membuang puntung rokok sembarangan yang dapat mengakibatkan kebakaran hutan
  • Tidak boleh melakukan pengerusakan atau pengotoran berbagai sarana prasarana dan tumbuh-tumbuhan (vandalisme).

Fasilitas trek dan camp fliying squad

Trek ekowisata saat ini berjumlah 9 buah yaitu;

1. Trek Gajah

  • Trek gajah merupakan trek untuk kegiatan patroli dan safari Gajah. Lokasi berdekatan dengan flying squad camp.

2. Trek Sepeda

Trek sepeda di wilayah akasia yang masuk ke dalam Taman Nasional Tesso Nilo. Total waktu untuk melakukan trek sepeda yang disediakan di dalam taman nasional 1 – 2 jam trip. Beberapa trek melewati Desa Lubuk Kembang Bunga.

3. Trek jalan di hutan (Jungle Trek)

Trek ini berjumlah 3 buah di zona pemanfaatan ekowisata taman nasional; di Lubuk Balai (disebut trek gaharu), trek Sawan dan Trek Meranti.

4. Trek sungai (River Trek)

Merupakan jalur trek sebagai rute pengunjung menggunakan pompong atau perahu kecil bermesin di Sungai Nilo

5. Trek Kuala Napu

Merupakan jalur trek menuju dusun terapung Kuala Napu. Lokasi di luar taman nasional Tesso Nilo dan tujuan akhir trek ini, pengunjung dapat melihat kehidupan dusun terapung Kuala Napu.

6. Trek Kano (sampan)

Trek ini belum digarap dan masih tahap perencanaan. Lokasi di sungai Sawan (2 jam dari Lubuk Kembang Bunga menyusuri sungai Nilo menggunakan pompong), untuk pengunjung dapat bersampan atau menggunakan kano.

7. Trek jalan di hutan alternatif (Alternative jugle trek)

Merupakan trek alternatif bagi yang ingin berpetualang di hutan Tesso Nilo. Panjang trek mencapai 20 km dan memerlukan waktu menginap di hutan untuk menyusuri semua trek ini.

8. Trek rehabilitasi lahan

Merupakan trek menuju ke Camp Rehabilitasi Lahan. Untuk menuju ke sana dapat menggunakan kendaraan 4D, motor atau jalan kaki.

9. Trek Sialang

Merupakan jalur trek menuju pohon sialang (pohon madu hutan) terutama bagi pengunjung yang ingin melihat pohon sialang atau ingin melihat pemanenan madu sialang di malam hari.

Flying Squad Camp

Merupakan Camp atau kantor lapangan bagi satu unit gugus tugas mitigasi konflik Gajah – Manusia kerjasama WWF-BBKSDA-Balai TN Tesso Nilo yaitu Elephant Flying Squad (Pasukan Gajah Reaksi Cepat) di Desa Lubuk Kembang Bunga. Unit mitigasi ini didirikan tahun 2004 untuk melakukan upaya mitigasi konflik (patroli, pengusiran dan penggiringan gajah liar) untuk desa Lubuk Kembang Bunga dan Air Hitam dengan mempergunakan minimal 4 ekor gajah jinak terlatih untuk pengusiran dan penggiringan gajah liar. Beberapa fasilitas di dalam camp adalah 7 ekor Gajah Jinak terlatih (4 individu gajah dewasa), camp utama flying squad, rumah istirahat mahout, home stay, ruang pertemuan terbuka dan kolam mandi gajah. Fasilitas lain adalah tempat sampah organik dan anorganik dimana pengunjung diwajibkan mematuhi aturan untuk membuang sampah yang benar dengan memisahkan organik dan anorganik sampah. Flying Squad di Lubuk Kembang Bunga ini sudah menerapkan standar operasional prosedur bagi upaya mitigasi konflik gajah – manusia dan bagi pengunjung ekowisata.

Persiapan ke Taman Nasional Tesso Nilo

Taman Nasional Tesso Nilo merupakan kawasan hutan alam yang memiliki variasi ekosistem dari hutan dataran rendah yang kering sampai ekosistem rawa air tawar dan kombinasi dengan hutan dataran rendah. Ekosistem Tesso Nilo juga merupakan ekosistem khas hutan hujan tropis dataran rendah Sumatera pada umumnya, dimana pada musim kemarau beberapa kawasan yang basah dapat kering sehingga pada saat melakukan trekking dan menginap di hutan, kemungkinan kesulitan mendapatkan air dapat saja ditemukan di beberapa titik di Tesso Nilo, tetapi beberapa kawasan yang selalu basah di musim kemarau dan wilayah sungai selalu basah, sehingga persediaan air minum untuk camping dalam jangka waktu tertentu juga masih terdapat di kawasan-kawasan ini. Di samping itu, kebutuhan air juga bisa didapat dari beberapa titik pemukiman di sekitar kawasan taman nasional atau flying squad dan camp rehabilitasi di Lubuk Kembang Bunga, dalam hal ini bagi pengunjung yang tahu, tidak kesulitan mendapatkan air minum. Bagi pengunjung yang hanya 1 – 3 hari atau lebih dari 3 hari untuk trekking atau menggunakan fasilitas gajah untuk ikut patroli atau menggunakan paket ekowisata yang dipandu guide, dijamin tidak akan kekurangan air bersih karena guide akan selalu menyediakan air minum dan kebutuhan lainnya bagi pengunjung.

Taman nasional Tesso Nilo merupakan kawasan endemik malaria seperti kawasan hutan hujan tropis dataran rendah di Sumatera dan Kalimantan, meskipun jarang ditemukan orang terkena malaria saat ke Tesso Nilo di lokasi-lokasi tertentu, tetapi antisipasi penting dilakukan. Selain itu, penghindaran terhadap satwa liar terutama yang berbahaya juga penting dilakukan bagi pengunjung sebagai upaya preventif.
Berbagai persiapan yang dilakukan untuk menuju Taman Nasional Tesso Nilo adalah;

1. Persiapan transportasi menuju Taman Nasional Tesso Nilo

Perjalanan darat ke Tesso Nilo dari Pekanbaru menuju Lubuk Kembang Bunga diperkirakan 4,5 jam melewati Ukui (Kabupaten Pelalawan). Kendaraan yang dapat menuju ke sana adalah kendaraan umum yang baik karena akan melintasi jalan aspal sampai jalan tanah. Seluruh kendaraan dapat masuk ke wiayah Taman Nasional, kecuali jenis bus besar karena portal akan menghadang sebelum masuk ke jalan akses ke Taman Nasional atau bus besar akan memakan badan jalan sehingga menyulitkan pengendara lain. Bus yang diperkenankan masih bisa masuk ke taman nasional adalah bus ¾. Pada musim penghujan lebih baik menggunakan 4D (fourwheel drive) ke Flying Squad Camp meskipun mobil biasa dapat masuk ke dalam pada musim hujan ini. Bagi yang berpetualang naik motor, pengunjung dapat melakukan di jalur biasa dengan waktu tempuh dapat 5-6 jam perjalanan atau bagi yang ingin naik kendaraan umum dapat naik mobil transport umum menuju Rengat tetapi nanti turun di pasar Ukui, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan ojek motor atau kendaraan lain ke Taman Nasional dengan waktu tempuh 1-2 jam.;

2. Persiapan akomodasi terutama akomodasi pribadi

Bagi yang tidak menggunakan guide, persiapan akomodasi adalah dengan melakukan penyiapan berbagai keperluan harian misalnya untuk konsumsi, alat-alat mandi dan untuk memasak, persiapan tenda apabila ingin berkemah, mastras tidur, senter atau untuk penerangan dan berbagai keperluan camping lainnya. Bagi yang berkeinginan menginap di Flying Squad dapat mempergunakan home stay dengan satu rumah adalah IDR 350,000 atau sewa kamar (dua orang) IDR 150,000. Bagi pengunjung yang inginb menggunakan paket ekowisata dengan guide, akomodasi untuk segala keperluan perjalanan dipersiapkan seluruhnya oleh guide. Pengunjung hanya membawa keperluan pribadi saja.


Beberapa keperluan pribadi yang penting untuk melakukan perjalanan ke Tesso Nilo yaitu persiapan baju dan celana untuk keperluan trip di hutan yaitu baju dan celana lapangan, topi lapangan penting untuk penghindaran dari serangga dan panas terik, sepatu lapangan yang baik, jika perlu menggunakan kaos kaki anti pacet, persiapan untuk penghindaran dari nyamuk atau serangga penggigit, meminum obat anti malaria (preventif) sebelum perjalanan minimal dua hari sebelum perjalanan dimulai, membawa daypack untuk perjalanan satu-dua hari dan obat-obatan pribadi. Untuk keperluan dokumentasi dapat dipersiapkan tetapi nanti patut dilaporkan kepada guide atau petugas taman nasional karena beberapa alat fotografi akan dikenakan biaya tambahan apabila ingin digunakan di dalam taman nasional.

3. Bagi pengamat satwa liar dan fotografer pemula

Berbagai persiapan dapat dilakukan untuk melakukan pengamatan satwa yaitu teropong atau spotting scope, field guide satwa liar dan buku catatan pengamatan. Bagi yang ingin melakukan pengamatan harimau sumatera, dapat menghubungi guide kami dari Kempas Tour Operator untuk berkoordinasi pengamatan atau pemasangan camera trap (jebakan kamera). Bagi fotografer pemula, alat-alat fotografi perlu dipersiapkan, kemudian membawa kamuflase untuk pemotretan satwa liar atau menggunakan menara pantau yang dikelola oleh Kempas Tour Operator.

4. Bagi Biker di dalam Taman Nasional

Bagi biker atau penyepeda pemula, yang perlu dipersiapkan adalah sepeda yang baik untuk trek hutan dan jalan tanah. Persiapan peralatan untuk perbaikan sepeda misalnya kunci-kunci sepeda, alat mengisi angin pada ban sepeda, atau minyak untuk rantai adalah penting dipersiapkan. Selain itu, penyepeda juga bisa persiapan di saat malam misalnya headlamp atau lampu sepeda.

5. Bagi pengunjung yang membawa anak-anak

Bagi pengunjung yang membawa anak dan melakukan kegiatan camping di Tesso Nilo disarankan untuk melakukan camping di dalam Camp Flying Squad karena lokasinya adalah sangat aman terutama bagi satwa liar. Pengunjung yang membawa anak juga dapat menginap di home stay flying squad karena sudah dilengkapi kelambu anti nyamuk. Paket ekowisata untuk penggunaan gajah yang diperkenankan apabila pengunjung membawa anak adalah Safari dengan Gajah.

Page 1 of 7

Hubungi kami

Maps

Bantuan

Help

WWF Indonesia Program Riau
Jalan Cemara Kipas No. 33
Kel. Delima, Kec. Tampan, Pekanbaru - Riau
Telp: +62 761 855006, Fax: +62 761 32323
Email: reservasi@tessoniloecotour.com


Balai Taman Nasional Tesso Nilo | Jl. Raya Langgam KM 4 | Pangkalan Kerinci, Pelalawan -  Riau
Telp/Fak: +62 761 494728 | Copyright 2012-2018, www.tessoniloecotour.com -  All Right Reserved